Selasa, 04 Oktober 2011

Dua Jalan..

Sore itu, Rahma terlihat berlari menghampiri ayahnya yang tengah asyik membaca buku. Dengan masih mengenakan seragam TPA-nya, gadis kecil itu kemudian mencium tangan sang ayah seraya duduk dipangkuannya.
 
“Abi, Rahma mau masuk surga dong.”
“Masuk Surga?” Tanya ayahnya keheranan seraya menutup bukunya.
“Iya Abi. Tadi di kelas bu ustazah nyeritain tentang surga. Katanya surga itu enaaakk bangeet. Rahma boleh minta apa aja di surga.” Cerita Rahma.

Senin, 03 Oktober 2011

Kau Terindah.. dan Slalu Terindah..


Kau terindah.. kan slalu terindah
aku bisa apa.. tuk memilikiMu
Kau terindah.. kan slalu terindah
harus bagaimana.. ku mengungkapkannya
Kau pemilik hatiku..

-----------------------------------------------------------------

Disebutkan dalam sebuah hadits yang shahih, dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada kesombongan seberat biji debu”. Ada seorang yang bertanya: Sesungguhnya setiap orang suka (memakai) baju yang indah, dan alas kaki yang bagus, (apakah ini termasuk sombong?). Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan, kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain”.

al-Jamil

Nama Allah Ta’ala yang agung ini menunjukkan sempurnanya keindahan Allah Ta’ala pada semua nama, sifat, zat dan perbuatan-Nya.

Imam an-Nawawi menjelaskan makna hadits di atas: bahwa semua urusan Allah Ta’ala (maha) indah dan baik, dan Dia memiliki nama-nama yang maha indah serta sifat-sifat yang maha bagus dan sempurna.

Imam Ibnul Qayyim menjelaskan hal ini dengan terperinci dalam ucapan beliau: “Keindahan Allah Ta’ala ada empat tingkatan: keindahan zat, keindahan sifat, keindahan perbuatan dan keindahan nama. Maka nama-nama Allah semuanya maha indah, sifat-sifat-Nya semuanya maha sempurna, dan perbuatan-perbuatan-Nya semuanya (mengandung) hikmah, kemaslahatan (kebaikan), keadilan dan rahmat (kasih sayang). Adapun keindahan zat dan apa yang ada padanya, maka ini adalah perkara yang tidak bisa dicapai dan diketahui oleh selain-Nya. Semua makhluk tidak memiliki pengetahuan tentang itu kecuali (sedikit) pengetahuan yang dengan itulah Dia memperkenalkan dirinya kepada hamba-hamba yang dimuliakan-Nya. Sesungguhnya keindahan-Nya itu terjaga dari (segala bentuk) perubahan, terlindungi dengan tabir selendang dan sarung (kemuliaan), sebagaimana hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Allah (hadits qudsi), “Kebesaran itu adalah selendang-Ku dan keagungan itu adalah sarung-Ku…” Maka bagaimana anggapanmu terhadap keindahan yang ditutupi dengan sifat-sifat kesempurnaan, keagungan dan kemuliaan?

Dari makna inilah kita dapat memahami sebagian arti keindahan zat-Nya, karena sesungguhnya seorang hamba akan terus meningkat (pengetahuannya tentang Allah Ta’ala), dari mengenal perbuatan-perbuatan-Nya (meningkat) menjadi mengenal sifat-sifat-Nya, dan dari mengenal sifat-sifat-Nya (meningkat) menjadi mengenal zat-Nya. Maka jika dia menyaksikan sesuatu (yang merupakan pengaruh baik) dari keindahan perbuatan-Nya, dia akan menjadikannya sebagai (argumentasi) yang menunjukkan keindahan sifat-Nya, kemudian keindahan sifat ini dijadikannya sebagai (argumentasi) yang menunjukkan keindahan zat-Nya.

Minggu, 02 Oktober 2011

Cermin Hati

Tanggalkan kekhawatiranmu
dan jadilah bersih hati,
bagaikan permukaan sebuah cermin
yang tiada ada bercaknya.

    Bila ‘kau dambakan cermin yang bening,
    lihatlah kepada dirimu sendiri,
    dan tengoklah kebenaran apa adanya,
    yang dipantulkan oleh cermin.

Bila besi bisa digosok
hingga berkilau bagai cermin
gerangan penggosok macam apa
yang cermin hatimu butuhkan ?

Antara cermin dan hati..
ada satu perbedaan nyata..
hati menyimpan rahasia..
sedangkan cermin tidak.

Hati yg Bening..

Memang luar biasa orang yg memiliki hati yg Indah..
Nikmat datang tak pernah membuat lalai bersyukur..
sementara sekalipun musibah yg menerjang..
sama sekali tak akan pernah mengurangi
keyakinan akan curahan kasih sayang-Nya.

Semua itu dikarenakan ia bisa menyelami sesuatu secara lbh dalam..
atas musibah yang menimpa diri sehingga tergapailah sang mutiara hikmah.

Ya.. sungguh teramat beruntung siapapun yg senantiasa berikhtiar..
dgn sekuat-kuat utk memperindah hatinya.

Neraka Sesungguhnya..

Tidak puas.. tidak bersyukur..
Suka mengeluh.. suka protes..
itulah neraka sesungguhnya.

Dan setelah didalami..
Neraka bukan tempat.. melainkan hasil dari serangkaian sikap.

Bila sikapnya suka membandingkan..
terutama dengan yang lebih tinggi dan lebih baik, neraka akibatnya.
Bila sikapnya mengalir dengan penuh rasa syukur, surga adalah buahnya.