Kamis, 19 Juli 2012

Filosofi Kelinci dan Kura kura


Disuatu masa disuatu dimensi,kura-kura berdebat dengan kelinci mengenai siapa yang lebih cepat. Akhirnya mereka memutuskan untuk adu lari dan sepakat jalurnya. Kelinci melesat ninggalin kura-kura. Setelah tahu kura-kura tertinggal jauh di belakang, kelinci mutusin untuk beristirahat sejenak sebelum lanjut lagi, “Ah,gue istirahat dulu, ntar klo si kura- kura dah deket baru gue lari lagi.”. Kelinci duduk di bawah pohon (ga di atas pohon karena kelinci ga bisa manjat) dan akhirnya tertidur pules. Kura-kura akhirnya melalui kelinci yang sedang tertidur dan memenangkan adu lari. Akhirnya kelinci pun terbangun dan menyadari dirinya telah kalah.
Moral : alon-alon asal kelakon yg akan berjaya
Karena malu dan kecewa yang mendalam, kelinci melakukan Antisipasi Kegagalan (Root Cause Analysis). Ia yakin bahwa kekalahannya hanya karena ia terlalu percaya diri, ceroboh dan lalai. “Klo kemaren gue ga macem2, ga mungkin gue kalah” pikir kelinci. Ditantangnya lg si kura-kura, “Hei kura-kura, sini loe… Gue ga trima loe menang kemaren, ayo kita lomba lagi, sekali ini pasti gue yang menang” . Si kura-kura nyante aja ngejawab, “hayyuukk, siapa takut?” Akhirnya dimulai lomba, dan dari awal lomba kelinci melesat meninggalkan kura-kura dan terus berlari hingga ke garis finish.beneran juga, kelinci yang menang.
Moral : Yang cepet dan konsisten selalu mengalahkan yg alon-alon asal kelakon .
Kura-kura panas, dan setelah dipikir-pikir baru nyadar klo dia ga bakalan bisa ngalahin kelinci dengan kondisi seperti itu. Ditantangnyalah kelinci adu lari lg ke suatu tempat. “Hei kelinci, ayo kita lomba lagi. Sekarang kita lewat jalan ini ke sana. Brani ga loe?” Ditantang seperti itu, kelinci langsung mau aja karna dah yakin dia yang bakalan menang, wong kemaren aja dia bisa menang. Lomba dimulai dan dengen kencangnya kelinci berlari meninggalkan kura- kura. “Yang penting gue jangan setop-setop, pasti gue menang.” Pikir kelinci. Ndilalah, ternyata jalan di depan kelinci terhalang sungai. “Duh, gimana nih gue nyebrangin ni sungai? Gue ga bisa brenang lagi” termenung si kelinci mencari jalan menyebrangi sungai. Lama termenung, akhirnya kelinci melihat kura-kura dateng dan nyeburberenang di sungai, keluar lagi berjalan pelan menuju garis finish. Terpaku kelinci melihat kemenangan si kura-kura.
Moral : ketahuilah…jikalau punya kemampuan dan ubah keadaan sesuai kemampuan yang kita punya
Ngeliat si kelinci terpaku sedih, kura-kura pun menghampirinya dan bilang,”dah, jangan sedih, besok kita ulangin lagi, tapi kita bareng- bareng.” Esoknya, lomba dimulai lagi, tapi sekarang kelinci nggendong kura-kura sampe tepi sungai. Kemudian gantian kura-kura menggendong kelinci menyebrangi sungai dilanjutkan kembali kelinci nggendong kura-kura sampe garis finish. Hasilnya mereka berdua lebih cepat sampai di garis finish.
Moral : pinter dan berkemampuan tapi ga bisa kerjasama bakalan percuma karena dengan kerjasama maka kekurangan akan dipenuhi oleh yg lainnya .
Hikmah :
1. Yang cepat dan konsisten selalu mengalahkan yg alon-alon asal kelakon .
2. Bekerjalah sesuai kemampuanmu .
3. Kumpulkan sumber daya dan kerja sebagai tim selalu mengalahkan kelebihan pribadi
4. Jangan menyerah bila gagal .
5. Berlombalah dengan situasi, jangan dengan saingan.

Minggu, 01 April 2012

8 Sifat Yang Disukai Banyak Orang

Ketulusan

Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.

Kerendahan Hati
Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendahhatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder.


Kesetiaan
Kesetiaan sudah menjadi barang langka dan sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.

Positive Thinking
Orang yang bersikap positif (positive thinking) selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan sebagainya.

Keceriaan
Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.

Bertanggung jawab
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.

Percaya Diri
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.

Kebesaran Jiwa
Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.

Memang kenyataannya susah untuk meneladani 8 sifat diatas, namun setidaknya anda sudah mengetahuinya, so, berusahalah!

REJEKI .. TAK PERNAH SALAH ALAMAT.

Rezeki Tidak Akan Pernah Salah Alamat..
Secanggih apapun kompetitor, sekeras apapun usaha-usaha para pesaing kita, jangan pernah takut untuk tetap bersaing. Karena pada akhirnya rezeki itu akan sampai pada orang yang tepat, tidak akan pernah tertukar. Kuncinya adalah, tetap “action”, no matter what.
Yang perlu ditanamkan sekali lagi adalah bahwa Allah SWT memberikan rezeki kepada seseorang bukan hanya sekedar dari kerja kerasnya saja, tapi karena seseorang itu memang pantas untuk mendapatkannya. Sekali lagi…. karena seseorang itu memang pantas mendapatkannya di mata Allah.
Tugas kita adalah tetap melakukan sesuatu dengan kapasitas yang kita punya dalam rangka pemantasan diri untuk mendapatkan yang terbaik. Seberapa besar nanti rezeki yang kita terima dan kapan waktunya, itu bukan kuasa kita lagi. Itu semua sudah menjadi kuasa Allah.
Karena Allah paling tahu seberapa besar rezeki yang pantas kita terima..
dan Allah paling tahun kapan waktu yang tepat rezeki itu hadir.
Untuk itu.. pantaskanlah diri untuk mendapatkan yang terbaik dalam hal apapun, termasuk dalam hal rezeki.

Kamis, 13 Oktober 2011

Munajat @13102011

Ya Allah,..
aku mengadukan kepada Engkau akan segala kelemahanku..
sedikitnya kemampuanku..
dan kehinaanku dimata manusia.

Engkaulah Tuhan orang-orang yang lemah..
dan Engkaulah Tuhanku.

Kepada siapakah Engkau menyerahkan daku..
apakah kepada kaum yang tak berkenan menerimaku..
dengan sikap yang tidak menunjukkan keramahan..
ataukah, Engkau menyerahkan aku kepada para musuh?

Jika bukan karena kemurkaan-Mu, aku tidak akan pernah peduli.
Aku berlindung kepada cahaya wajah-Mu..
yang menerangi semua kegelapan..
dan membuat urusan dunia dan akhirat menjadi baik..
dari turunnya kemurkaan dan marah-Mu atasku.

Peringatkanlah aku hingga Engkau ridha.
Tiada daya dan upaya selain dariMu.

Aamiin.. Allahumma Aamiin.

Rabu, 12 Oktober 2011

YAA ALLAH.. AKU INGIN KAYA

“Ya…Allah, Aku ingin kaya…”
Terlalu banyak kebaikan yang terlewatkan dengan menjadi seorang fukaro. Terlalu sedikit peluang berkontribusi dengan menjadi seorang masaakin. Dan yang kutakutkan adalah, jika tiba saatnya kesempitan itu datang pada saat kekuatan iman sedang yankuuz, Na’udzu billah min dzaalik…

“Ya…Allah, Aku ingin kaya…”
Sebab kehormatan seorang lelaki terletak pada kakinya. Ketika ia mampu berdiri, menapak bumi dengan kakinya sendiri. Entah melangkah tertatih, atau hanya dengan gontai terseret, tak soal, yang penting dengan kakinya. Maka menjadi mustadha’afin yang ringkih, dengan kaki yang ditopang disana-sini, memang bukan kehinaan, tapi jauh dari keterhormatan…

“Ya…Allah, Aku ingin kaya…”
Sebab Engkau telah berikan aku hati yang mudah tersentuh, mata yang mudah menangis, ketika menyaksikan pahit getir kehidupan hamba-hamba-Mu. Tentu saja disanalah letak keadilan-Mu,. Tetapi aku ingin merengkuh kemuliaan tangan yang di atas, bukan tang an yang di bawah…

“Ya…Allah, Aku ingin kaya…”
Sebab aku ingin suatu saat, mampu bermunajat kepada-Mu dengan sebuah do’a yang pernah diucapkan oleh Abdurrahman bin Auf sahabat Rasul:” Ya..Allah, janganlah kau letakkan dunia dalam hatiku, tapi letakkanlah ia di bawah telapak kakiku!”…

“Ya…Allah, Aku ingin kaya…”
Sebab aku ingin memasuki surge-Mu, dari berbagai pintu yang Kau janjikan. Dan salah satunya adalah pintu kedermawanan. Seperti Utsman bin Affan sang khalifah yang meninginfakkan hartanya di medan jihad fii sabilillah…

“Ya…Allah, Aku ingin kaya…”
Sebab Engkau lebih mencintai muslim yang kuat daripada muslim yang lemah. Sesungguhnya salah satu ukuran kekuatan muslim yang kau cintai adalah, kekuatan untuk memberi…

“Ya…Allah, Aku ingin kaya…”
“Ya…Allah, Aku ingin kaya…”
“Ya…Allah, Aku ingin kaya…”

“Aamin…”