Senin, 10 Oktober 2011

Usia.. Rahasia Tuhan.

Usia merupakan bagian dari rahasia Tuhan. Sama dengan jodoh dan rezeki. Ketiganya sudah ditakar oleh Tuhan. Tidak ada seorang hamba pun di muka bumi ini yang dapat mengetahui dan mengubahnya. Usia seseorang sudah ditentukan dalam ketetapan-Nya. Belum ada, dan tak akan pernah ada, seseorang yang kuasa mengubah, apalagi menolak, ketika usia seseorang sudah mencapai titik finish. Mempercepat atau memperlambatnya. Sedetik pun.

Sebagai sebuah rahasia, seorang hamba tidak dapat mengetahui berapa jatah usianya untuk mampir di dunia fana yang sebentar ini. Kita tidak pernah tahu, kapan Malaikat Maut akan bertamu, meski tidak kita undang, untuk mencabut nyawa kita. Bisa tahun depan, bulan depan, minggu depan, besok, malam nanti, hari ini, atau sebentar lagi.

Memiliki obsesi yang tinggi dan kecintaan terhadap dunia sering membuat kita lupa bahwa maut itu bisa datang kapan saja. Tidak menunggu usia kita renta. Maut adalah sesuatu yang tidak pasti sekaligus pasti. Ya, tidak dapat dipastikan oleh manusia kapan maut itu kapan datang. Tetapi, maut dapat dipastikan datang menjemput manusia. Maut bisa datang dengan cara apa pun. Bisa didahului sakit, dan bisa tanpa sebab. Maut datang tiba-tiba, tanpa pamit.

Jika kita dapat mengetahui kapan usia seseorang akan berakhir, atau maut terlebih dahulu ketika ia hendak menjemput, tentu kita bersiap-siap terlebih dahulu untuk meninggalkan dunia ini. Menyelesaikan seluruh urusan duniawi, menambah bekal sebanyak-banyaknya untuk menghadapi kehidupan abadi, serta memohon ampun dari lumuran dosa.

Sayangnya, kapan usia kita berakhir tidak pernah diketahui, dan maut pun tak pernah pamit. Maut bisa saja menjemput kita pada saat beribadah, dan bisa saja ruh kita berpisah dengan jasad kita pada saat kita melakukan maksiat.

Kita tidak memiliki opsi dalam menghadapi usia. Opsi satu-satunya yang kita miliki hanya mempersiapkan diri untuk dipanggil menghadap-Nya, dengan bekal kebaikan sebanyak mungkin.

Jumat, 07 Oktober 2011

Catatan untuk Rayhan..


Nak….., menjadi ayah itu indah dan mulia, dengan itu aku bangga.

Besar kecemasanku menanti kelahiranmu dulu belum hilang hingga saat ini. Kecemasan yang besar dan indah itu karena didasari sebuah cinta..

Meskipun demikian, ketahuilah, menjadi ayah itu berat dan sulit.

Rabu, 05 Oktober 2011

TUHAN SELALU ADA PADA HATI KITA

Sangat Mudah Memang bagi kita..
untuk MARAH saat Musibah itu Tiba.
Nestapa yang kita Terima..
Tampak akan begitu Berat..
saat terjadi dan berulang-ulang.

Kita memang bisa memilih untuk Marah..
Mengumpat dan Terus Mengeluh.


Namun, sepertinya Kita TIDAK BOLEH KEHILANGAN HATI Kita.
Sebab, TUHAN SELALU ADA PADA HATI KITA, WALAU DALAM KEADAAN YANG PALING BERAT SEKALIPUN.

Menuai Cinta di Hati Manusia

Sebuah cerita dari Tiongkok..
Di sebuah daerah tinggal seorang saudagar kaya raya. Dia mempunyai seorang hamba yang sangat lugu - begitu lugu, hingga orang-orang menyebutnya Si Bodoh.

Ambil Kebaikannya.. Bukan Keburukannya.

Dari ayam, keluar 2 hal yang sangat berbeda, yaitu telur dan kotoran ayam.

Seorang peternak, setiap pagi akan mengambil telur-telur ayam dan meninggalkan kotorannya di kandang, hingga membusuk dan menjadi pupuk. Kemudian, peternak akan mengambil pupuk itu untuk tanaman, sehingga keduanya bermanfaat.